Borongan all in adalah sistem kerja konstruksi di mana satu pihak (kontraktor/tukang) mengerjakan proyek secara menyeluruh, mulai dari tenaga kerja + material + manajemen pekerjaan + peralatan, dengan harga total yang sudah disepakati di awal. Jadi kamu sebagai pemilik tinggal terima jadi — sering disebut juga “terima kunci”.
Kelebihan Borongan All In
- Praktis & tidak ribet: Kamu tidak perlu mikirin beli material, cari tukang, atau ngatur kerja, dan lain-lain.
- Biaya lebih pasti: Harga sudah disepakati di awal, jadi lebih mudah kontrol budget.
- Ada tanggung jawab jelas: Semua jadi tanggung jawab kontraktor, jadi kalau ada masalah bisa langsung komplain ke satu pihak.
- Waktu pengerjaan biasanya lebih terjadwal: Karena sudah ada sistem kerja yang diatur oleh kontraktor.
Kekurangan Borongan All In
- Harga relatif lebih mahal: Karena kontraktor ambil margin untuk keuntungan usahanya.
- Transparansi material kadang kurang jelas: Kalau tidak detail di awal, bisa saja kualitas material diturunkan untuk menekan biaya.
- Kurang fleksibel: Kalau ada perubahan desain di tengah jalan, biasanya kena biaya tambahan (add cost).
- Risiko kalau salah pilih kontraktor: Kalau kontraktornya tidak profesional, bisa berdampak ke kualitas dan waktu pengerjaan.