Tukang harian adalah sistem kerja tukang bangunan yang dibayar berdasarkan jumlah hari kerja, bukan berdasarkan volume total proyek. Jadi upah dihitung per hari (misalnya Rp130–150 ribu/hari tergantung keterampilan dan jaungkauan wilayah), tanpa terikat oleh target hasil volume pekerjaan tertentu seperti sistem borongan.
Kelebihan Tukang Harian
- Lebih fleksibel: Kamu bisa atur dan mengendalikan pekerjaan sesuai kebutuhan. Mau berhenti, lanjut, atau ubah desain di tengah jalan masih memungkinkan.
- Cocok untuk pekerjaan kecil: Misalnya perbaikan ringan, renovasi sebagian, atau pekerjaan yang belum jelas scope-nya.
- Kontrol lebih penuh: Kamu bisa mengawasi langsung kualitas kerja, bahan, dan progres setiap hari.
- Bisa pilih tukang sesuai skill: Misalnya khusus tukang atap, tukang keramik,tukang cat, dan lain-lain.
Kekurangan Tukang Harian
- Waktu pengerjaan tidak pasti: Karena tidak ada target deadline yang mengikat, proyek bisa molor kalau tidak diawasi.
- Biaya bisa membengkak: Kalau pekerjaan lama selesai karena kurangnya pengendalian dari owner, otomatis biaya ikut naik karena dihitung per hari.
- Butuh pengawasan ekstra: Kalau tidak diawasi, ada risiko kerja santai atau kurang efisien.
- Manajemen di tangan pemilik: Kamu harus atur sendiri material, jadwal kerja, dan koordinasi tukang.